Semuel Hegemur. SE.MM

Keadaan Kampung




Semuel Hegemur. SE.MM

KINERJA DPRD PAPUA BARAT PERLU DITINGKATKAN

Kinerja DPR Papua Barat selama kurang lebih 2 tahun (2009-2011), baik secara kelembagaan maupun personal dinilai masih lemah. Belum banyak berbuat keputusan politik yang pro terhadap masyarakat di daerah ini. Bahkan kinerja para wakil rakyat tersebut belum mampu mengagregasikan masyarakat dan konstituennya. Demikian diungkapkannya pengamat Hukum dan Politik Roy Simbiak sabtu 10/12/2011 di Aston Niu Hotel. Kata Roy buruknya kinerja Dewan akibat belum ada komitmen baik secara kelembagaan maupun personal, sehingga tidak memiliki agenda kerja yang jelas pula. Kondisi itu tidak terlepas dari sistim perekrutan kader oleh partai Politik yang condong beroientasi materi dan kemampuan calon kader untuk membeli suara masyarakat agar dapat menduduki kursi di parlemen. Lemahnya kapilitas dan integritas masing-masing individu (anggota) di DPR Provinsi Papua Barat akamn mempengaruhi kapasitas secara kelembagaan. Kondisi itupun diperparah dengan minimnya koordinasi dan komunikasi antar anggota dengan pimpinan dewan serta dengan pihak eksekutif, yang diakibatkan oleh kepentingan-kepentingan perorangan katanya. Roy berasumsi, kinerja yang buruk itu diperparah dengan belum ditetapkan kode etik dan tata tertib DPR Papua Barat sejak dilantik 2009 lalu.
Semuel Hegemur. SE.MM

NASIP MAS ANANG

Nasib naas menimpa musisi Anang Hermansyah. Saat manggung di Kalimantan, dia yang satu mobil dengan kekasihnya Ashanty mengalami kecelakaan. Untungnya, kecelakaan tersebut tidak parah dan hanya membuat memar pada bagian kakinya. Begitu juga dengan sang kekasih, dan kakaknya yang ikut dalam satu rombongan.

"Jadi ceritanya karena keadaan saat itu mungkin supir pak Bupati agak ngantuk ya dan ada Patwal di depan. Posisinya Mbak Mia (kakaknya Ashanty) di depan, aku sama Mas Anang duduk di belakang. Kondisinya aku lagi tiduran di bahu Mas Anang dan Mia tidur di depan," kisah Ashanty saat ditemui di peluncuran Apartemen Newton di Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/12/2011).

"Mas Anang itu nggak tidur, jadi mungkin dia melihat ini ngerem nya nggak bakalan nyampe nih dan pasti nabrak. Pas kecelakaan itu, jadi dia tiba-tiba langsung meluk aku gitu supaya aku nggak jatuh dan nabrak serta kena benturan. Tapi setelah itu dia yang jatuh, kena benturan dan kakinya kejepit. Dan di situ aku melihat bahwa dia benar-benar melindungi perempuan, kalau laki-laki kan lebih kuat," sambung Ashanty yang saat itu didampingi Anang.

Anang sendiri saat ini dalam kondisi baik-baik saja. Bahkan, keduanya masih menerima job untuk pembukaan sebuah apartemen di Bandung. Dia mengaku kalau hanya kakinya saja yang mengalami luka-luka lebam.

"Lukanya hanya kakinya yang agak lebam, soalnya memang sudah dipijit dua kali, kalau nggak dipijit mungkin lebih parah," ujar Anang.

"Tapi setelah dipijit Mas Anang bisa nyanyi 9 lagu dan joget-joget, tapi setelah itu sakit lagi. Jadi mungkin hari ini harus diperiksa karena Mas Anang besok berangkat menjadi juri Idol di Medan," tambah Ashanty. (kpl/adt/dar)

Semuel Hegemur. SE.MM

HMI DAN GMNI MELAKUKAN AKSI

MANOKWARI - Puluhan kader himpunan mahasiswa islam (HMI) cabang manokwari dan DPD gerakan mahasiswa nasional indonesia (GMNI) cabang manokwari yang tergabung dalam satuan aksi mahasiswa, senin 12/12/2011 mneggelar aksi damai di depan pengadilan negeri manokwari. Aksi simpati terhadap aksi bakar diri yang dilakukan oleh sondang hutagalumg beberapa waktu lalu didepan istana negara dan dan tuntutan pengusutan tindak pidana korupsi ini juga dilakukan didepan gedung DPRPB. Dalam orasinya, Jimmy Liunsanda mengatakan hingga saat in korupsi masih menjadi penyakit pemerintah dari tingakat pusat sampai hingga daerah. Namun sejauh ini pemberantasan perkara korupsi yang dilakukan pada zaman kepemimpinan Susilo Bambang Yudoyono dan Budiyono belum juga menumbangkan praktek korupsi tersebut. Banyaknya dana yang mengalir dari APBN maupun APBD, belum mampu menjawab persoalan kemiskinan, kebutuhan kesehatan dan keterbelakangan pendidikan di indonesia terlebih Papua Barat.
Semuel Hegemur. SE.MM

REKENING GENDUT PNS PERLU DIPERIKSA

MANOKWARI - Kasus dugaan korupsi Pegawai Negeri Sipil (PNS) muda, yang akhir-akhir ini banyak terjadi dan sering diberitakan dimedia elektronik maupun media cetak nasional, dimana masa kerja kurang dari 10 tahun, ternyata memiliki harta kekayaan yang dinilai tidak sesuai dengan gaji dan masa kerja. Terkait hal ini, Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Trias Politika (LP2TRI) Provinsi Papua Barat, Robby Wanggai selasa 13/12/201, mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan kasus yang dimaksud, juga terjadi di daerah-daerah, dan salah satunya adalah di Provinsi Papua Barat. Pihak yang berwenang harus bisa memeriksa rekening PNS muda, baik yang bekerja di Provinsi maupun KAbupaten, tidak menutup kemungkinan mereka juga melakukan hal yang sama. Banyak bukti kongkrit yang bisa kita lihat dimana PNS yang masa kerjanya masih dibawah 10 tahun, sudah memiliki mobil, rumah dan sebagainya yang kemudian banyak bermunculan pertanyaan. Gaji PNS tidak begitu besar, namun harta yang mereka miliki sangat banyak. Hal inilah yang patut kita curigai ujarnya. Menurutnya hal ini merupakan tindakan pembelajaran korupsi, yang akan mempererat budaya korupsi di indonesia, khususnya di Manokwari Papua Barat Umumnya.
Semuel Hegemur. SE.MM
Semuel Hegemur. SE.MM

OWEN PRESTON HEGEMUR

Semuel Hegemur. SE.MM

UCAPAN SELAMAT NATAL & TAHUN BARU

Semuel Hegemur. SE.MM

PULAU KAKAK BERADIK

Karena dianggap sudah cukup umur, Mina dan Lina dipanggil ibu mereka untuk membicarakan rencana perkawinan kakak-beradik itu.



�Kalian sudah cukup dewasa. Sudah waktunya kalian membangun rumah tangga,� kata sang ibu.



�Kami mau dikawinkan dengan satu syarat,� kata Mina dan Lina.



�Apa syaratnya?�



�Karena kami kakak-beradik, suami kami juga harus kakak-beradik.�



Sang ibu tahu, itu adalah cara mereka menolak perkawinan. Menurut Mina dan Lina, perkawinan membuat orang kehilangan segala sesuatu yang mereka cintai: orang tua, teman, sanak-saudara, bahkan kampung halaman.



Demikianlah, karena tak ada laki-laki kakak-beradik yang menyunting Mina dan Lina, mereka tak kunjung menikah. Waktu pun terus berlalu. Ibu Mina dan Lina meninggal karena usia yang semakin tua. Sepeninggal ibunya, gadis kakak-beradik itu tinggal bersama dengan paman mereka.



Pada suatu hari, sekelompok bajak laut menculik Lina. Pemimpin bajak laut itu ingin memperistri Lina. Lina menolak dan meronta sekuat tenaga.



Penculikan itu diketahui oleh Mina. Karena tak ingin terpisah dari adiknya, Mina bertekad menyusul Lina. Dengan perahu yang lebih kecil, Mina mengejar perahu penculik Lina. Teriakan orang sekampung tak dihiraukannya. Mina terus mengejar sampai tubuhnya tak kelihatan lagi.



Tiba-tiba mendung datang. Tak lama kemudian hujan pun turun. Halilintar menggelegar, petir menyambar-nyambar. Orang-orang berlarian ke rumah masing-masing. Ombak bergulung-gulung. Menelan perahu penculik Lina, menelan Lina, menelan Mina, menelan semuanya.



Ketika keadaan kembali normal, orang-orang dikejutkan oleh dua pulau yang tiba-tiba muncul di kejauhan. Mereka yakin, pulau itu adalah penjelmaan Mina dan Lina. Kedua pulau itu diberi nama Pulau Sekijang Bendera dan Sekijang Pelepah, tetapi kebanyakan orang menyebutnya Pulau Kakak-Beradik.

Dari ASEAN Folk Literature, diceritakan kembali : fakfak_semuelhegemur@yahoo.co.id