semuel hegemur, SE. MM

Turun Kampung

 Inilah Kondisi Kampung Kramongmongga tepatnya Ibukota Distrik Kramonggmongga sekiranya mendapat perhatian pemerintah Daerah kedepan.( Kramongmongga 27 Oktober 2016)



semuel hegemur, SE. MM

Agus Yudhoyono Dicurhati Pedagang di KBT: Minta Tak Digusur


Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom

Jakarta - Menutup blusukan hari ini, bakal calon gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono mengunjungi Kanal Banjir Timur (KBT) di Jakarta Timur. Tepat pukul 21.10 WIB, Agus dan rombongan tiba di KBT.

Malam ini, KBT yang sudah ramai lebih ramai lagi dengan kehadiran Agus Yudhoyono. Begitu turun dari mobil, Agus Yudhoyono langsung disambut oleh salawat nabi dan juga warga yang sedang berada di KBT.

"Selamat malam, assalamualaikum. Apa kabar?" sapa Agus Yudhoyono di KBT, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (19/10/2016).

Agus kemudian berjalan kaki di KBT. Warga pun seperti biasa ada yang meminta foto bersama atau sekedar bersalaman.

Agus Yudhoyono juga terlihat beberapa kali berinteraksi dengan pedagang di KBT. Salah satu warga yang sedang makan di pinggir KBT sempat kaget ketika Agus menghampiri tempat duduknya.

"Sukses, Pak. Semoga menang ya," ucap warga bernama Soni ini.

"Pak, janji ye jangan gusur kite kalau udah menang," kata warga lainnya bernama Mainah.

Agus kemudian menyempatkan diri untuk bertukar pikiran dengan tokoh masyarakat setempat. Salah satu tokoh masyarakat bernama Mahmudin mengungkapkan bahwa jualan di KBT cukup laris.

"Udah lama kita berjualan di sini. Alhamdulillah, laris sih. Di sini juga enggak ada mabok-mabokan. Aman," ungkap Mahmudin.

Agus pun merasa bersyukur bila KBT bisa dimanfaatkan warga untuk mengais rejeki. Ia pun berharap kualitas di KBT dapat ditingkatkan.

"Insya Allah bapak doakan kami bisa memimpin Jakarta dengan lebih baik bila memimpin," tutur putra sulung Presiden ke-6 RI ini. (yds/bag)

semuel hegemur, SE. MM

Peletakan Batu Pertama Gereja GKI EBENHAEZER PUAR oleh Bupati Fakfak

 Puar, 19 Oktober 2016










semuel hegemur, SE. MM

BERSAMA MEMBANGUN BANGSA







semuel hegemur, SE. MM

Agus Yudhoyono Ingin Perbaiki Lingkungan dan Fasilitas Publik


Kandidat Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, menjawab sejumlah pertanyaan wartawan saat mengunjungi kantor redaksi Harian Kompas, Palmerah, Jakarta, Kamis (13/10/2016). (foto: kompas)

Jakarta: Kandidat Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, menilai masih banyak masalah yang perlu dibenahi di Jakarta. Oleh karena itu, Agus ingin memperbaiki beberapa hal jika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

“Pertama (kami perbaiki) dari lingkungan hidupnya dulu, bagaimana mau happy kalau kumuh, padat itu tidak harus kumuh. Di negara lain padat juga, tetapi tidak kumuh,” ujar Agus di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Agus melanjutkan, fasilitas publik juga akan ia benahi jika dirinya terpilih nanti. Menurut Agus, fasilitas publik yang baik akan berdampak pada tatanan masyarakat yang baik pula.

“Kita ingin nanti merevitalisasi kehidupan masyarakat termasuk akses layanan publik, pendidikan, kesehatan, kemudian ruang terbuka yang bisa menjadi wahana bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan baik,” ucapnya.

Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu menilai fasilitas publik di Jakarta saat ini masih perlu ditingkatkan.

“Kita lihat mana yang bisa diperbaiki. Kalau yang sudah bagus tentu kita lanjutkan, yang pro rakyat akan kami lanjutkan. Tetapi tentu banyak hal juga yang bisa kita tingkatkan,” ucapnya.

Agus menuturkan, jika terpilih menjadi gubernur, dirinya juga ingin membangun Jakarta sesuai dengan aspirasi warganya. Mendengarkan aspirasi warga, kata Agus, akan membuat warga merasa dihargai.

“Karena itu sejatinya kota akan hidup kalau masyarakat hidup dengan bahagia. Bukan hanya diukur dari materil tapi juga psikologinya yang perlu diperhatikan,” kata Agus.

Pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Agus menjadi calon gubernur didampingi Sylviana Murni sebagai bakal calon wakil gubernurnya. Pasangan Agus-Sylviana diusung Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

(kompas/dik)

semuel hegemur, SE. MM

TOMBOR MAG FAKFAK

Menjadi sebuah Tradisi sejak leluhur hingga kini di Kabupaten Fakfak  yang masih terus dijaga dan di pelihara Acara ini disebut " Tombor Magi " atau dengan kata lain di sebut Tombor adalah Perempuan/ gadis ,"magi adalah bahasa. Yang berhubungan dengan acara peminangan maupun penyelesaian Mas kawin  dari pihak laki laki kepada perempuan tetap di sebut sebagai acara "tombor mag"




semuel hegemur, SE. MM

YANG PERSOALKAN USIA AHY TIDAK PAHAM KEINDONESIAAN

26 September 2016 - Berita NasionalYang Persoalkan Usia AHY Tidak Paham Keindonesiaan

‘’Para pejuang saja tidak pernah memaki-maki penjajah seperti Ahok memaki wong cilik.’’

Politisi Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengaku heran dengan serangan yang dilakukan para pendukung petahana, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok terhadap Calon Gubernur yang diusung Koalisi Cikeas, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  terkait usianya yang dikatakan masih sangat muda dan belum matang. Kritik seperti ini menurut Didik muncul dari mereka yang kurang memahami keIndonesiaan.

“Saya heran saja, yang dikritik kok usia Mas Agus yang katanya masih muda. Mereka yang mengkritik ini saya rasa tidak memahami keIndonesiaan dan belum merasa merdeka. Perjuangan ke-Indonesiaan itu dimulai dengan Kebangkitan Nasional yang dipimpin oleh Budi Utomo yang saat itu usianya masih sangat muda. Sumpah Pemuda juga menjadi salah satu tonggak sejarah juga dilakukan oleh para pemuda.Lantas dimana salahnya menjadi pemimpin di usia muda?,” ujar Didik di Jakarta, Minggu (25/5).

Dia pun mengingatkan sosok dua proklamator RI, Bung Karno dan Bung Hatta yang juga masih sangat muda ketika mereka menjadi bagian dari motor perjuangan Indonesia.

”Jadi jangan mendeskreditkan Mas Agus karena usianya yang muda. Sangat picik kalau cara pandangnya seperti itu. Meski usianya masih sangat muda, Mas Agus memiliki segudang prestasi baik di dinas kemiliteran maupun prestasi akademik non militer di usianya yang baru 38 tahun. Dia didik secara militer untuk menjadi pemimpin,” tegasnya.

Didik justru mengkritik para pendukung Ahok yang mengaku Soekarnois karena sikap Ahok jauh dari sikap Soekarno maupun para pejuang kemerdekaan lainnya. Para pejuang tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar bahkan kepada para penjajah sekalipun terlebih kepada anak bangsa sendiri. Sikap memaki-maki justru ditunjukkan para penjajah kepada para pejuang dan rakyat Indonesia.

”Coba lihat saja bagaimana sosok para pejuang terutama Bung Karno. Pernahkah dia berkata-kata kasar bahkan kepada Belanda sekalipun yang menjadi penjajah? Bandingkan juga sikap Pemimpin yang kerap marah-marah dan memaki-maki bawahannya, orang kecil atau wong cilik atau orang yang tidak sepaham dengan dirinya? Apakah sikap yang seperti ini yang dicontohkan para pendiri bangsa? Masyarakat bisa menilai sendiri,” tandasnya.

Ketua Umum Laskar Demokrat Penegak Hukum dan HAM ini menandaskan bahwa integritas, kapasitas dan kapabilitas yang menjadi ukurannya. Selain para pahlawan dan founding father Indonesia yang sangat muda pada saat berjuang, Presiden Amerika Serikat Barack Obama memulai karier presidennya juga pada saat usia yang relatif muda.

"Mas Agus terbukti memiliki integritas, kapasitas, kapabilitas dan profesionalisme. Rekam jejak yang sangat terukur dalam konteks pengabdian di TNI dan leadership dengan segudang prestasi, penghargaan serta capaian menjadi landasan penting pengabdian beliau yang lebih besar kepada bangsa, negara dan masyarakat melalui dunia politik dan pemerintah. Sosok visioner seperti Mas Agus akan mampu mengubah wajah Jakarta menjadi lebih ramah, lebih manusiawi, lebi baik dalam hal penataan serta pengelolaan ekonomi, birokrasi, penataan kota, keberpihakan kepda warga masyarakat secara proporsional dan pembangunan yang berwawasan

semuel hegemur, SE. MM

AHY SATU PUTARAN PILKADA DKI 2017



Sylvi, Nachrowi Ramli. (foto: mcpd/omartara)

Nachrowi Ramli adalah satu sosok terpenting dalam pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono (Mas Agus) dan Sylviana Murni (Mpok Sylvi) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ya, Nachrowi Ramli mempunyai peranan sangat penting dalam memimpin Tim Sukses Mas Agus-Mpok Sylvi (pasangan yang diusung empat partai politik  yakni Demokrat, PPP, PKB, dan PAN) agar bisa menang dalam  Pilkada DKI Jakarta yang digelar 15 Februari 2017.

Menyikapi pentingnya peranan Nachrowi Ramli maka website demokrat.or.id mewawancarai sosok yang biasa disapa Bang Nara tersebut, di Posko Utama Pemenangan Mas Agus-Mpok Sylvi, Wisma Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam (10/10/2016).

Berikut inti wawancara tersebut.

Ada hal mencengangkan terjadi, pasangan Mas Agus-Mpok Sylvi yang memulai elektabilitas dengan angka 0,9 persen, tiba-tiba melejit menjadi 19,3 persen beberapa saat setelah pendaftaran ke KPUD DKI, berdasarkan survei pertama dari Lingkaran Survei Indonesia yang dipimpin Denny JA. Bagaimana fenomena luar biasa itu bisa terjadi?

Luar biasa… Memang luar biasa… Mas Agus mendapat rahmat Tuhan Yang Maha Esa.  Fenomena ini terjadi karena Jakarta sedang mencari figur-figur  pemimpin yang jujur. Pegangan kita, dari Partai Demokrat, pemimpin itu harus cerdas, bersih, santun. Kenapa elektabilitas Mas Agus terus naik surveinya dari 0,9 persen menjadi 19,3 persen dalam waktu singkat? Karena rakyat Jakarta melihat figur ini yang pas. Mas Agus bersih. Sampai sejauh ini tidak ada noda soal pelanggaran hukum, apalagi korupsi.

Kedua, Mas Agus cerdas dan ini dibuktikan bukan hanya dengan kertas sertifikat atau  ijazah, tapi dia menjadi seorang pemimpin yang bisa mengelola tugasnya;  bisa mengelola manusia yang beragam untuk melaksanakan tugas dengan baik. Ini kecerdasan yang didukung faktor pribadi. Tidak semua orang memilikinya.

Anda bayangkan, seorang perwira muda TNI, baru mengabdi 16 tahun, tapi sudah banyak tanda jasa. Artinya negara mengakui jasanya. Kemudian tugas yang diberikan, baik yang di dalam ataupun luar negeri, bisa diembannya dengan baik. Kepemimpinan itu penting bagi suatu organisasi ataupun wilayah. Jadi kecerdasan ini yang dimiliki Mas Agus.

Ketiga, santun. Mas Agus tidak pernah mencerca orang. Dalam pergaulannya juga sangat disenangi kawan. Artinya, kesantunan ini juga menjadi suatu pegangan bagi yang bersangkutan untuk berpikir dan bertindak. Kalau ditanya, kenapa survei yang tadinya hanya  0,9 persen melejit menjadi 19,3 persen, hanya dalam beberapa hari? Ini karena Mas Agus diinginkan publik, khususnya warga Jakarta. Sebab, sekarang, kita dipertontonkan yang sebaliknya dari itu.

“Koalisi Jakarta untuk Rakyat” yang mendukung Mas Agus-Mpok Sylvi merupakan Gabungan 4 partai politik. Bagaimana menyamakan langkah untuk memenangkan Mas Agus-Mpok Sylvi?

Kuncinya cuma satu. Bagaimana kita meng-orangkan orang yang dalam bahasa jawa “nguwongke”. Artinya, kita saling menghargai. Jadi, empat parpol ini mempunyai budaya serta visi-misi berbeda,  walaupun naungannya satu yakni Pancasila dan UUD 45. Keempat parpol masing-masing punya spesifikasi. Nah pendekatan yang saya lakukan adalah persuasif. Apalagi di parpol koalisi, para ketuanya itu lebih muda dari saya. Mereka juga sudah mengenal saya. Inilah yang mempermudah.  Mereka menghormati saya sebagai orangtua, tetapi saya juga senantiasa harus memberi contoh baik kepada mereka.

Pengambilan keputusan selalu musyawarah untuk mufakat. Empat parpol ini mempunyai kedudukan yang sama. jumlah kursi itu hanya merk saja. Ketika kita bergabung, kedudukannya sama. Prinsip itu diimplementasikan. Ketika saya mengambil keputusan, saya selalu mengajak parpol koalisi. Saya lebih banyak pengalaman, hanya karena lebih banyak umur. itulah yang selalu saya sampaikan

Jadi, sekali lagi, kuncinya, adalah bagaimana kita mengorangkan orang. Menghargai orang lain.

Langkah-langkah  Mas Agus-Mpok Sylvi yang banyak dipuji adalah ketika melakukan kunjungan ke berbagai lembaga yang dikenal luas, antara lain, bersilaturahmi ke PBNU dan PP Muhammadiyah. Bagaimana ceritanya sehingga langkah itu diambil?

Kita bertujuan mendudukkan Mas Agus menjadi Gubernur dan Mpok Sylvi menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mas Agus dan Mpok Sylvi harus tahu banyak. Seperti apa lapangannya, terdiri dari siapa saja masyarakatnya? kemudian di setiap kelompok komunitas; apa kebiasaannya? Semua itu, Mas Agus harus tahu. Sehingga, ketika memimpin nanti,  Mas Agus tidak coba-coba lagi tapi bisa langsung runing (menjalankan tugasnya).

Kita membaca peta. Alangkah beragamnya Jakarta. Ini semua harus diurus, karena Mas Agus dan Mpok Sylvi bekerja untuk rakyat. Jadi Mas Agus-Mpok Sylvi harus tahu keberagaman itu.  Karena itu langkah awal mengenali rakyatnya. Bahkan Mas Agus-Mpok Sylvi harus tahu masalahnya. Agar mereka tahu persis aspirasi rakyatnya. Misalnya, yang tua mau seperti ini;  yang muda mau seperti itu. Yang kaya dan setengah kaya maunya bagaimana? Dan sebagainya. Itu, Mas Agus-Mpok Sylvi harus tahu. Memang basicnya, Mas Agus-Mpok Sylvi sudah tahu, tapi realitanya juga harus tahu. Karena itu langkah awal bersilaturahmi ke berbagai lembaga dan ormas, termasuk NU dan Muhammadiyah adalah sebuah kewajiban.

Mas Agus-Mpok Sylvi hingga saat ini terus menyosialisasikan diri dan menghindari perang pernyataan. Kenapa langkah ini diambil?

Kita tidak lepas dari guru besar kita yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Pak Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Beliau telah mengamanatkan pada kita agar berdemokrasi dengan baik, tidak boleh berkelahi; gunjang-ganjing. Masyarakat sekarang kan boleh dibilang dalam kondisi galau. Nah,  alternatifnya, Mas Agus-Mpok Sylvi pasangan yang adem. Yang satu berlatar tentara, paham security (keamanan) karena Jakarta harus aman. Mpok Sylvi berlatar birokrat,  pelayan masyarakat hingga memahami public service; seorang ibu yang senantiasa memikirkan kesejahteraan. Pasangan ini klop. Sejahtera dan aman. Pasangan ini menjawab keinginan masyarakat. Mas Agus-Mpok Sylvi pemimpin yang soft (penuh kelembutan). Rakyat jangan dikaget-kagetin; karyawan jangan dipecat-pecatin. Ajak mereka bekerja dengan baik. Salah satu kunci kepemimpinan adalah  bagaimana bisa mengajak orang lain bekerja sesuai keinginan kita.

Pasangan Mas Agus-Mpok Sylvi sangat serasi. Laki-laki dan perempuan terwakili. Ini pasangan ideal yang bisa mengademkan Jakarta. Damai dan tenang membangun Jakarta. Tanpa air mata; gejolak meledak-ledak. Wajar  rakyat berharap kepada pasangan Mas Agus-Mpok Sylvi.

Saya ingatkan juga, SBY pernah berpesan, jangan ciderai demokrasi ini dengan yang tidak baik, apalagi persoalan SARA, tidak boleh diangkat. Beliau dari muda telah bekerja keras bagaimana caranya agar NKRI utuh. Selama 10 tahun beliau memimpin Indonesia, konflik di Papua dan Aceh bisa selesai. Kami harus mengikuti arahan dari pemimpin kami, SBY, bahwa jangan ciderai demokrasi. Apalagi pilkada ini untuk kemajuan bangsa.

Dalam pertemuan Pak SBY dan  Mas Agus dengan ribuan anggota Jaringan Santri Indonesia di Cikeas Mansion, Gunung Putri Bogor, Minggu 9 Oktrober, Pak Nara, yang juga hadir, secara terbuka  mengungkapkan keyakinan bahwa Mas Agus-Mpok Sylvi akan menang satu putaran. Apa yang mendasari keyakinan ini?

Hope. Harapan. Sudah barang tentu pula, saya punya data yang tidak bohong. Saya juga mengamati dari segala aspek kehidupan. Tentu ada juga feeling; perasaan atau intuisi. Saya  melihat, petahana seperti ini; kompetitor kami seperti ini. Perkembangan dalam dua minggu seperti ini. Petahana surveinya turun terus, kompetitor lain juga ada permasalahan. Akhirnya saya mengambil kesimpulan, Insya Allah, dengan ridha Allah SWT, Pilgub DKI 2017 akan berlangsung satu putaran untuk kemenangan Mas Agus-Mpok Sylvi. Jadi, saya punya dasar mengungkapkan keyakinan itu.

Sylvi, Nachrowi Ramli. (foto: mcpd/omartara)

Pak Nara selalu mengucapkan “Insya Allah”. Apa makna dari kalimat tersebut?

Ya memang, sejak saya memimpin di DPD-PD (Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat) DKI Jakarta, setiap gerakan, saya selalu menyebut ‘Insya Allah’.  Ini karena kita tidak bisa lari dari kekuasan Tuhan; kita mohon restu dan rahmat Tuhan, Insya Allah hanya Tuhan yang bisa memberikan. Apalah artinya manusia. Kita berusaha sekeras apa pun dan kerja seperti apa pun, kalau Tuhan tidak menghendaki, tidak akan sampai. Tapi, dengan menyerahkan diri, maka kita, Insya Allah, akan berhasil.

Tidak seperti dugaan banyak orang, Mas Agus akhirnya berani mengeluarkan kalimat jernih dan terukur untuk menyampaikan keprihatinan atas ucapaan petahana Gubernur DKI Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) terkait ucapan mengenai Alquran surat Al Maidah ayat 51.  Apa yang melatarbelakangi keberanian ini?

Ini bukan soal berani atau tidak berani. Mas Agus merasa, ia harus ikut bertangungjawab atas gejala yang terjadi di Jakarta setelah adamya pernyataan petahana itu. Kalau didiamkan, bahaya bagi persatuan dan kesatuan. Mas Agus merasa bertanggungjawab. Apalagi beliau berlatar perwira TNI. Beliau calon pemimpin di DKI Jakarta. Beliau berharap, setelah pernyataannya maka masyarakat DKI bisa bersabar. Mas Agus tidak ingin mendiamkan masalah ini. Jadi ini bukan soal berani atau tidak berani.

Sebagai Ketua, apa instruksi Pak Nara kepada seluruh Tim Pemenangan Mas Agus-Mpok Sylvi?

Suatu oganisasi pasti ingin tujuannya tercapai. Pasti ingin anggotanya disiplin dan bekerja keras serta mengikuti auturan. Kalau kita sudah menceburkan ke organisasi harus patuh pada aturan. Kalau ada yang berpura-pura, harus keluar. Apalagi kalau menjadi mata-mata, hukumannya tentu sangat berat. Apalagi, tim ini telah berikrar “Demi Allah” maka pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

Saya juga mengartikan arahan Pak SBY ketika di Cibubur kemarin (kepada para kader) sebagai warning. Sahingga saya dalam berorganisasi ada yang mengawasi. Dengan adanya ikrar, maka kebersamaan kita disaksikan oleh Tuhan. Sebagai umat beragama, Partai Demokrat mempunyai ideologi nasionalis religius, atau kaum nasionalis yang selalu mengingat Allah SWT.

Apa yang menjadi kendala untuk pemenangan Mas Agus-Mpok Sylvi?

Kalau mau menang kenali dirimu dan lawanmu dengan baik. Kapan, seperti, dan dalam bentuk apa kita berbuat?

Kita menang dengan cara baik dan setelah mengenali medan; kalau medannya sudah diketahui. Jangan asyik sendiri. Jangan sampai tidak tahu apa yang lawan perbuat. Saya ingin mendapat laporan dari anak buah: apa yang dilakukan pihak sana dan apa pula yang dilakukan di sini?

Ada yang ingin Bapak tambahkan untuk pemenangan Mas Agus-Mpok Sylvi?

Pertama, mari kita jaga kekompakan dan anggap dirimu sebagai bagian dari keluarga. Ini adalah perahu besar yang akan berangkat menuju kepada kemenangan. Pelihara hubungan baik, saling menghargai, saling asih dan asuh.

Kedua, tetap berpedoman pada tujuan. Jangan lemah dan jangan belok ke kiri dan ke kanan. Jaga kekompakan dan jaga lurusnya tujuan ini.  Kalau ada masalah kita bicarakan di dalam, jangan sampai dibawa ke luar.

Ketiga, selalu berdoa kepada Tuhan, selain bekerja keras. Total berdoa kepada Tuhan. Mudah-mudahan Tuhan memberkati upaya dan ikhtiar kita ini sehingga mencapai kemenangan dengan cara benar dan bermartabat.

Saya juga berdoa mudah-mudahan Mas Agus-Mpok Sylvi selalu sehat. Pak SBY dan Ibu Ani selalu sehat, sehingga bisa memimpin dan memberi arahan kepada kita.

Kepada masyarakat Jakarta, mudah-mudahan Mas Agus-Mpok Sylvi dapat diterima sebagai pemimpin Jakarta.

(iwan k/didikpambudi)
semuel hegemur, SE. MM

JANGAN OBRAL JANJI SAAT PILKADA

 Ketua Umum Partai Demokrat, Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (twitter/@SBYudhoyono)

Jakarta: Presiden Ke-6 Republik Indonesia (2004-2014), yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono menyebut Aceh sebagai tanah yang dicintai, yang harus terus dirawat dan dijaga.

“Sebagai seseorang yang sangat mencintai Aceh dan yang pernah berjuang sekuat tenaga untuk sebuah perdamaian Aceh, saran saya ciptakanlah kondisi dan situasi yang aman, tertib, dan benar-benar demokratis dalam Pilkada 2017 di Aceh,” kata SBY saat menjawab pertanyaan Serambi yang diajukan secara tertulis, Senin (29/8).

Selain soal Pilkada Aceh yang berlangsung serentak pada 2017 di tingkat provinsi serta 20 kabupaten/kota di Aceh, SBY juga merespons banyak hal, termasuk harapannya terhadap Aceh masa depan, keberlanjutan dana otonomi khusus, dan perjanjian perdamaian.

Berikut petikan wawancara Wartawan Serambi Indonesia Biro Jakarta, Fikar W Eda dengan SBY yang dilakukan secara tertulis.

Apa saran dan pesan Anda kepada rakyat Aceh dalam menghadapi pesta demokrasi 2017?

Gunakan hak pilih secara cerdas. Pilih pemimpin yang diyakini bisa memimpin, bisa menjalankan pemerintahan, dan bisa melaksanakan pembangunan Aceh dengan baik. Juga pemimpin yang benar-benar bisa memajukan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh. Jangan ada paksaan dan intimidasi. Apalagi disertai tindakan kekerasan yang bersifat fisik. Itu buruk sekali. Menangis kita. Ingat, 30 tahun lebih rakyat menderita karena konflik, ditambah lagi dengan ujian Allah berupa tsunami tahun 2004. Kalau para elite politik gagal dan tidak bertanggung jawab untuk menjaga situasi yang aman, damai, dan tertib dalam pilkada mendatang, serta merampas hak rakyat untuk dengan bebas menjatuhkan pilihannya, menurut saya, dosanya luar biasa.

Apa pesan khusus Anda kepada para kandidat kepala daerah?

Kepada para calon, apakah calon gubernur dan wakil gubernur, atau calon bupati dan wali kota beserta wakil-wakilnya, rakyat berharap bisa melakukan kampanye yang cerdas dan mendidik. Jangan obral janji, apalagi bila tak bisa ditepati. Sampaikan kepada rakyat jika terpilih apa saja yang akan dilakukan. Yang jelas, yang konkret. Nah, di situlah kiranya rakyat bisa menelaah secara jernih, masuk akal atau tidak janji-jani para calon itu. Angin surga atau bukan? Setelah yakin, silakan pilih siapa yang akan diberikan mandat.

Apa pesan Anda kepada aparat keamanan dan penegak hukum?

Kepada para petugas keamanan dan penegak hukum, lakukanlah tugas dengan baik agar keamanan dan ketertiban selama pilkada tetap terjaga. Aparat keamanan dan penegak hukum harus netral. Jangan berpihak. Pemerintah pusat juga jangan gemar melakukan intervensi. Saudara-saudara kita yang ada di Acehlah yang berdaulat. Hati-hati. Di negara mana pun jika kekuasaan digunakan secara berlebihan dan sewenang-wenang untuk menindas dan merampas hak rakyat, siapa pun dia akan tumbang, karena akan dilawan oleh rakyatnya sendiri. Kita harus belajar dari sejarah dan jangan melupakannya.

Terkait dana otsus yang akan habis 11 tahun lagi, tentu Pilkada 2017 sangat penting untuk mempersiapkan kemandirian perekonomian Aceh pascadana otsus. Kriteria kepala daerah seperti apa yang diperlukan rakyat Aceh?

Aceh tak perlu risau bahwa 11 tahun lagi dana Otsus akan habis. Selalu ada sumber pendanaan yang bisa didapatkan. Baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh sendiri. Tetapi benar, janganlah hanya menggantungkan bantuan dari pusat. Ubah mentalitas bergantung kepada pusat itu, menjadi semangat untuk lebih mandiri dan menggali sumber-sumber pendanaan dari Aceh sendiri. Nah, dalam hal ini, petumbuhan ekonomi yang ditopang oleh berkembangnya investasi dan sektor riil menjadi sangat penting.

Kalau ditanya kriteria kepala daerah seperti apa, jawaban saya sama dengan yang telah saya sampaikan sebelumnya. Bisa memimpin dan menguasai manajemen. Bisa mengembangkan investasi dan bisnis di daerah, utamanya sektor riil. Akan sangat baik jika bisa memetik pelajaran apa yang dulu telah berlangsung di Aceh, dan kemudian seperti apa pula yang harus dilaksanakan ke depan nanti.

Setelah purnatugas sebagai Presiden RI, bagaimana cara Anda mendukung dan mengawal apa yang telah diperjuangkan untuk Aceh agar tercapai yang dicita-citakan bersama?

Dari posisi saya sekarang ini, saya yakin masih bisa berbuat untuk negeri ini bahkan dunia, termasuk untuk saudara-saudara saya di Aceh. Tentu, pengganti saya, Presiden Jokowi yang bertugas dan bertanggung jawab untuk membangun dan memajukan Aceh ke depan. Namun, kita semua, orang per orang, bisa ikut berkontribusi. Pertama-tama, sumbangan dapat saya berikan melalui pandangan dan pemikiran saya bagaimana Aceh bisa dibangun lebih baik lagi ke depan. Termasuk bagaimana perdamaian dapat dijaga dan dipertahankan. Wawancara yang diturunkan oleh Harian Serambi Indonesia ini adalah salah satu contohnya. Juga pandangan dan harapan saya yang beberapa saat lalu saya sampaikan melalui Radio Elshinta, kemudian melalui TVRI Aceh. Ketika saya hadir dan berpartisipasi di berbagai forum internasional dan kemudian membahas persoalan Aceh, saya sampaikan langsung bagaimana perkembangan Aceh setelah bencana tsunami dan setelah perdamaian terwujud. Saya ingin masyarakat internasional tahu dan mereka terus melanjutkan persahabatan dan kemitraan dengan Aceh. Saya harap pula negara-negara sahabat mau melakukan investasi di Aceh.

Sesekali saya juga bisa ikut memberikan pandangan dan saran-saran kepada pemerintah sekarang bagaimana perdamaian Aceh bisa dikawal dan dijaga. Semua tentu berangkat dari niat baik saya. Tak ada yang lain. Secara moral, saya wajib melakukan hal itu.

Ada hal ingin Anda tambahkan?

Yang lain, saya sedang mempersiapkan SBY Centre yang di dalamnya ada Museum Sepuluh Tahun Indonesia di bawah kepemimpinan saya. Insya Allah ini akan menjadi “presidential centre” bertaraf internasional sebagaimana halnya di negara-negara maju. Pasti Aceh, mulai dari tsunami, perdamaian, dan pembangunan, akan kami abadikan di museum itu dalam letaknya yang terhormat. Siapa pun yang mengunjungi, saya harapkan akan lebih mengerti tentang Indonesia dan Aceh yang semuanya penting bagi peningkatan persahabatan, kerja sama, dan kemitraan di masa depan.

Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, apa yang ingin Anda lakukan untuk Aceh?

Saya instruksikan jajaran Partai Demokrat yang ada di Aceh, bersama-sama dengan partai politik lain–baik lokal maupun nasional–untuk ikut menyukseskan pembangunan di Aceh. Bagi saya hal itu bukan hanya sebuat tugas dan kewajiban, tetapi juga ibadah. Saya ingin mereka semua menjalankan politik yang baik, ikut membangun daerah di mana mereka berada. Juga ikut mempersiapkan kader-kader terbaiknya guna ikut berkompetisi secara demokratis dan fair, sehingga apabila rakyat memberikan mandat dan amanahnya, mereka semua siap dan bisa mengemban tugas dengan baik.

(serambiindonesia/dik)

semuel hegemur, SE. MM

PANAMA PAPERS

Ketua BPK Dijatuhi Sanksi Etik karena Disebut di Panama Papers

M Iqbal - detikNews

Foto: Ketua BPK Harry Azhar Azis (Foto: Agung Pambudhy/detikFoto)

Jakarta - Majelis Kehormatan Kode Etik (MKKE) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah mengambil keputusan terkait indikasi pelanggaran kode etik Ketua BPK Harry Azhar Azis soal namanya yang muncul di Panama Papers. Harry Azhar diberi sanksi peringatan tertulis.

"Peringatan tertulis, menurut kode etik begitu," kata anggota MKKE Prof Dr I Gde Pantja Astawa saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (11/10/2016).

Pantja tak merinci materi putusan dan kapan keputusan itu diketok. Dia menyebut putusan majelis etik sudah dipublikasikan dalam website BPK. Namun tak dijelaskan pada bagian mana.

"You baca saja sudah dipublikasikan di web BPK," ucap guru besar hukum pidana Universitas Padjadjaran, Bandung itu.

Majelis Kehormatan Kode Etik bekerja sesuai Pasal 29 Ayat (1) Undang-Undang No 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, yang keanggotaannya terdiri dari Anggota BPK serta unsur profesi dan akademisi.

Ketua merangkap anggota majelis etik yaitu Dr Moermahadi Soerja Djanegara, anggota Prof Dr Eddy Mulyadi Soepardi, Prof Zaki Baridwan, Mustofa, dan Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa.

Sidang majelis etik BPK digelar atas aduan sejumlah anggota LSM yang tergabung dalam Koalisi Keselamatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Selasa (18/5/2016) lalu, soal nama Ketua BPK Harry Azhar Azis dalam Panama Papers.

semuel hegemur, SE. MM

Kegiatan DPC Demokrat Fakfak






semuel hegemur, SE. MM

TOKOH INSIRASI DUNIA


Abraham Lincoln


"Tak pernah sekali pun saya berusaha untuk dikenang dunia, hidupku ini kubaktikan pada peristiwa-peristiwa di sekitar, bagi generasi dan jamanku, semata-mata agar diriku terjalin dengan sesuatu yang penting bagi sesamaku".
Itulah kata-kata Abraham Lincoln saat ia berusia 32 tahun. Kekecewaan yang datang beruntun membawanya ke suatu titik dimana ia ingin mengakhiri hidupnya. Lincoln menulis kata-kata di atas saat ia memutuskan untuk memulai lembaran baru dalam hidupnya. Di kemudian hari, ia menjadi salah satu Presiden Amerika yang paling dikenal dan dicintai masyarakat. Namanya terkenal ke seluruh dunia sebagai seorang yang mengakhiri Perbudakan di Amerika.


Lincoln lahir di Kentucky, AS, di mana ayahnya bekerja sebagai tukang kayu. Ia telah kehilangan ibunya sejak usia dini, kemudian ayahnya menikah lagi. Namun Lincoln dan saudara perempuannya sangat mencintai ibu tirinya itu.

Lincoln cilik tumbuh menjadi pemuda jangkung dan tegap. Pakaiannya selalu tak pernah tampak pas. Lengan bajunya selalu terasa pendek dan celananya selalu menggantung diatas mata kaki. Bila diamati, sepertinya ia tak pantas menjadi orang besar di kemudian hari, yang ternyata terwujud.

Pertama kali Lincoln menyaksikan Perbudakan, adalah ketika ia menyewa kapal angkut untuk membawa muatan menuju New Orleans di tahun 1828. Kemudian, ketika ia mengunjungi kota itu untuk ke dua kalinya, ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia harus menghapus praktik perbudakan ini.

Lincoln tidak mengikuti pendidikan seperti pada umumnya, namun ia giat belajar membaca dan menulis sampai berhasil menjadi seorang pengacara. Meskipun kadang-kadang dia dianggap sebagai seorang ‘homo’ oleh para tetangga karena tingkah dan cara berpakaiannya, namun ia cukup supel kepada warga sekitar. Ini semata-mata karena ia memiliki rasa humor yang menonjol dan selalu membuat orang lain gembira. Cinta pertamanya jatuh pada seorang wanita bernama Anne Rutledge, anak tetangga pemilik losmen di mana ia tinggal. Ayah Anne-lah yang menyarankan agar Lincoln terjun ke dunia politik.

Di awal karir, Lincoln terpilih menjadi anggota DPRD untuk wilayah Illinois pada tahun 1834. Kemudian terpilih kembali pada tahun 1838 dan tahun 1840. Ketika itu, ia bertemu seorang bernama Stephen Douglas, yang kemudian menjadi saingan baik dalam soal cinta maupun urusan politik. Mary Todd, perempuan yang mereka perebutkan, berasal dari Kentucky, lebih memilih Lincoln sebagai suami, namun pernikahn mereka tidak bahagia. Pada tahun 1842, setelah setahun pernikahan mereka, Lincoln membuka biro hukum dengan seorang teman bernama William H. Herndon. Persahabatan kedua orang ini ternyata terus bertahan hingga akhir hayat Lincoln. Di kemudian hari, Herndon-lah yang menulis biografi Abraham Lincoln.

Pada tahun 1846, Lincoln terpilih menjadi anggota Kongres. Namun keanggotaannya tidak diperpanjang karena ia mengusulkan undang-undang untuk meng-akhiri perbudakan di distrik Columbia. Karena kecewa, ia kembali mengaktifkan biro hukumnya. Ia menghentikan kegiatan politiknya untuk beberapa waktu, namun kemudian ia lebih dikenal oleh masyarakat sebagai pengacara yang jujur.

Nyatanya, Lincoln tak bisa berhenti terlalu lama dari dunia politik. Pada tahun 1854, isu perbudakan membuatnya terjun kembali ke dunia politik. Taampaknya ia harus bersaing dengan Stephen Douglas, yang mencoba menundukkan wilayah Selatan Amerika yang mendukung perbudakan, sementara wilayah Utara menentangnya. Lincoln tak menyangka bahwa setengah dari negeri ini mempertahankan praktek perbudakan ketika separuh saudara sebangsanya menentang. Ia berfikir, tak mungkin bangsanya terdiri dari separuh budak separuh bukan. Bagaimanapun, ternyata Lincoln terpukul pada putaran pertama melawan Douglas, dalam memperebutkan kursi Senat AS.

Meski kali ini ia kalah, pada bulan Mei 1860, Lincoln terpilih sebagai calon presiden dari Partai Republik. Sementara itu, Partai Demokrat menyerangnya habis-habisan, dan mereka menyebutnya sebagai 'pengacara kacangan', 'tak becus berbahasa Inggris' dan sebagainya. Namun akhirnya, ia ternyata terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Empat hari setelah ia menjadi Presiden, negara bagian Selatan itu keluar dari Federasi Amerika Serikat. Negara-negara Selatan itu kemudian membentuk sebuah Konfederasi sendiri. Lincoln merasa sedih karenanya, dan berusaha mengupayakan diakhirinya pemisahan tersebut. Tetapi, konflik antara Utara dan Selatan itu malah semakin memuncak dan menjadi Perang Sipil. Lincoln terus berusaha menghentikan konflik tersebut sekuat tenaga meskipun tak berhasil.

Untuk memahami latar belakang politik terjadinya Perang Sipil Amerika, perlu dijelaskan bagaimana asal mula Amerika terbentuk. Pada abad ke 17, para pendatang dari Inggris, Perancis, Spanyol, Belanda dan Jerman dating ke Amerika Utara, yang mereka anggap sebagai negeri tak berpenghuni yang baru mereka temukan. Mereka datang demi mencari kemakmuran, mendapatkan kebebasan beragama, serta untuk memperluas kekuasaan negeri asal mereka dan membangun imperium baru. Kerajaan Inggris kemudian menerapkan Undang-Undangnya di situ, sehingga negeri yang baru itu mereka sebut sebagai New England. Seusai perang kemerdekaan Amerika, wilayah-wilayah bebas itu kemudian membentuk federasi yang kemudian mereka sebut Amerika Serikat. Masing-masing Federasi baru ini sepakat untuk tetap mengurusi pemerintahannya sendiri-sendiri, meskipun mereka juga harus mengurusi kepentingan bersama. Karena, hal-hal seperti Pertahanan tetap menjadi urusan bersama.

Bagian selatan Amerika yang bergabung dalam federasi, mengembangkan pertaniannya yang bergantung pada tenaga perbudakan. Bagian utara lebih banyak bergantung pada perdagangan dan industri, meskipun tetap menganggap penting pertanian. Karena itu tak ada perbudakan di utara. Sementara, soal perbudakan menjadi isu panas bagi wilayah yang baru bergabung ke dalam Perserikatan, sedangkan rakyat di negara-negara bagian ini belum betul-betul siap dengan soal perbudakan itu. Sementara undang-undang Amerika menyatakan semua manusia sama-sama berhak atas 'kehidupan dan kebebasan untuk memperoleh kebahagiaan', namun juga melindungi hak milik pribadi. Budak adalah milik pribadi. Pendapat bahwa budak merupakan milik pribadi sangat bertentangan dengan pendapat lain bahwa para budak adalah menusia yang juga memiliki hak atas kemerdekaannya. Inilah yang menjadi dasar persoalan bagi orang-orang di seluruh wilayah AS itu.

Sebenarnya banyak segi yang bisa dilihat dari isu ini. Pertama, apakah memperbudak manusia juga adalah sebuah hak? Saat ini, perbudakan sudah tidak dibenarkan di banyak negeri lain di seluruh dunia. Semua orang setuju bahwa jelas tidak dibenarkan mengekang kebebasan orang lain. Namun orang-orang Selatan telah mengeluarkan banyak uang untuk membeli budak-budak. Kehidupan social, ekonomi, dan politik mereka berjalan di atas dasar kepemilikan budak-budak. Jadi, sesungguhnya tak sulit memahami betapa pentingnya praktik perbudakan bagi mereka.

Ada pula sisi politisnya dalam problem kepemilikan budak bagi negeri-negeri Selatan. Bagaimana menjalankan sebuah 'Union States' bila beberapa wilayah terdiri dari 'orang-bebas' sementara lainnya adalah 'budak'? Meski, memang ini yang diinginkan pesaing Lincoln, Douglas. Jelas negeri-negeri Selatan khawatir bila semakin banyak wilayah Federasi yang 'jadi-bebas', maka perbudakan akan jadi benar-benar dihapuskan. Mereka pikir bila ini terjadi, mereka akan bangkrut, baik secara sosial maupun politik. Jalan satu-satunya mungkin harus membentuk dua federal yang terpisah. Tetapi ini pun ternyata tak mungkin.

Segera setelah Lincoln terpilih sebagai Presiden, wilayah Selatan mundur dari federasi. Pada 12 April 1861, wilayah Selatan menyerang wilayah Utara di kota Fort Sunter. Perang Sipil atau 'Perang antara negara-negara bagian federasi' telah dimulai.

Ada perbedaan-perbedaan yang besar antara Utara dan Selatan. Di wilayah Utara lebih banyak populasi kulit putihnya. Mereka lebih maju dalam bidang produksi barang sementara Selatan lebih baik dalam pertanian. Dalam banyak hal, Utara melebihi Selatan, meski militer wilayah Selatan amat terampil, nyatanya perang lebih banyak terjadi di Selatan. Meski mereka lebih baik dalam hal bertempur. Peperangan tidak mudah mereka menangkan. Seperti kita ketahui, setelah beberapa penyerangan, wilayah Utara memenangkan peperangan. Ketika perang berlangsung, Lincoln, tetap mendesak diadakannya pemilihan lagi di akhir masa ia menjabat sebagai Presiden, dan ternyata ia terpilih kembali untuk periode berikutnya.

Pada bulan November 1863, dalam pertempuran Gettysburg, Lincoln menyampaikan pidato, yang dikenang sepanjang sejarah. Ia mengatakan “…lahir sebuah bangsa baru, yang didirikan berdasarkan kebebasan yang menjunjung tinggi pengakuan bahwa semua manusia diciptakan sederajat.” Kata-kata Lincoln di Gettysburg ini memberi dua prinsip kebebasan dan kesamaan – yang menjadi dasar didirikannya negara Amerika.

Lincoln meninggal dengan cara yang tak disangka-sangka. Saat sedang menyaksikan teater bersama istrinya, ia ditembak oleh seorang bernama John Wilkes Booth. Kematian menjemputnya tatkala perdamaian telah sampai bagi Amerika. Mungkin itu merupakan puncak peristiwa yang harus terjadi sebagai tumbal berakhirnya perbudakan di Amerika. Setelah kematiannya, Lincoln dikenal sebagai orang besar, dan cita-cita yang telah ditegakkannya terus dipertahankan oleh seluruh warga Amerika.
semuel hegemur, SE. MM

Diklat Partai Demokrat Jakarta

Diklat Partai Demokrat di Jakarta 7 sd 9 Oktober 2016