DPC Partai Demokrat Kabupaten Fakfak-Papua Barat

Breaking News
Loading...
Selasa, 11 Oktober 2016

AHY SATU PUTARAN PILKADA DKI 2017



Sylvi, Nachrowi Ramli. (foto: mcpd/omartara)

Nachrowi Ramli adalah satu sosok terpenting dalam pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono (Mas Agus) dan Sylviana Murni (Mpok Sylvi) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ya, Nachrowi Ramli mempunyai peranan sangat penting dalam memimpin Tim Sukses Mas Agus-Mpok Sylvi (pasangan yang diusung empat partai politik  yakni Demokrat, PPP, PKB, dan PAN) agar bisa menang dalam  Pilkada DKI Jakarta yang digelar 15 Februari 2017.

Menyikapi pentingnya peranan Nachrowi Ramli maka website demokrat.or.id mewawancarai sosok yang biasa disapa Bang Nara tersebut, di Posko Utama Pemenangan Mas Agus-Mpok Sylvi, Wisma Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam (10/10/2016).

Berikut inti wawancara tersebut.

Ada hal mencengangkan terjadi, pasangan Mas Agus-Mpok Sylvi yang memulai elektabilitas dengan angka 0,9 persen, tiba-tiba melejit menjadi 19,3 persen beberapa saat setelah pendaftaran ke KPUD DKI, berdasarkan survei pertama dari Lingkaran Survei Indonesia yang dipimpin Denny JA. Bagaimana fenomena luar biasa itu bisa terjadi?

Luar biasa… Memang luar biasa… Mas Agus mendapat rahmat Tuhan Yang Maha Esa.  Fenomena ini terjadi karena Jakarta sedang mencari figur-figur  pemimpin yang jujur. Pegangan kita, dari Partai Demokrat, pemimpin itu harus cerdas, bersih, santun. Kenapa elektabilitas Mas Agus terus naik surveinya dari 0,9 persen menjadi 19,3 persen dalam waktu singkat? Karena rakyat Jakarta melihat figur ini yang pas. Mas Agus bersih. Sampai sejauh ini tidak ada noda soal pelanggaran hukum, apalagi korupsi.

Kedua, Mas Agus cerdas dan ini dibuktikan bukan hanya dengan kertas sertifikat atau  ijazah, tapi dia menjadi seorang pemimpin yang bisa mengelola tugasnya;  bisa mengelola manusia yang beragam untuk melaksanakan tugas dengan baik. Ini kecerdasan yang didukung faktor pribadi. Tidak semua orang memilikinya.

Anda bayangkan, seorang perwira muda TNI, baru mengabdi 16 tahun, tapi sudah banyak tanda jasa. Artinya negara mengakui jasanya. Kemudian tugas yang diberikan, baik yang di dalam ataupun luar negeri, bisa diembannya dengan baik. Kepemimpinan itu penting bagi suatu organisasi ataupun wilayah. Jadi kecerdasan ini yang dimiliki Mas Agus.

Ketiga, santun. Mas Agus tidak pernah mencerca orang. Dalam pergaulannya juga sangat disenangi kawan. Artinya, kesantunan ini juga menjadi suatu pegangan bagi yang bersangkutan untuk berpikir dan bertindak. Kalau ditanya, kenapa survei yang tadinya hanya  0,9 persen melejit menjadi 19,3 persen, hanya dalam beberapa hari? Ini karena Mas Agus diinginkan publik, khususnya warga Jakarta. Sebab, sekarang, kita dipertontonkan yang sebaliknya dari itu.

“Koalisi Jakarta untuk Rakyat” yang mendukung Mas Agus-Mpok Sylvi merupakan Gabungan 4 partai politik. Bagaimana menyamakan langkah untuk memenangkan Mas Agus-Mpok Sylvi?

Kuncinya cuma satu. Bagaimana kita meng-orangkan orang yang dalam bahasa jawa “nguwongke”. Artinya, kita saling menghargai. Jadi, empat parpol ini mempunyai budaya serta visi-misi berbeda,  walaupun naungannya satu yakni Pancasila dan UUD 45. Keempat parpol masing-masing punya spesifikasi. Nah pendekatan yang saya lakukan adalah persuasif. Apalagi di parpol koalisi, para ketuanya itu lebih muda dari saya. Mereka juga sudah mengenal saya. Inilah yang mempermudah.  Mereka menghormati saya sebagai orangtua, tetapi saya juga senantiasa harus memberi contoh baik kepada mereka.

Pengambilan keputusan selalu musyawarah untuk mufakat. Empat parpol ini mempunyai kedudukan yang sama. jumlah kursi itu hanya merk saja. Ketika kita bergabung, kedudukannya sama. Prinsip itu diimplementasikan. Ketika saya mengambil keputusan, saya selalu mengajak parpol koalisi. Saya lebih banyak pengalaman, hanya karena lebih banyak umur. itulah yang selalu saya sampaikan

Jadi, sekali lagi, kuncinya, adalah bagaimana kita mengorangkan orang. Menghargai orang lain.

Langkah-langkah  Mas Agus-Mpok Sylvi yang banyak dipuji adalah ketika melakukan kunjungan ke berbagai lembaga yang dikenal luas, antara lain, bersilaturahmi ke PBNU dan PP Muhammadiyah. Bagaimana ceritanya sehingga langkah itu diambil?

Kita bertujuan mendudukkan Mas Agus menjadi Gubernur dan Mpok Sylvi menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mas Agus dan Mpok Sylvi harus tahu banyak. Seperti apa lapangannya, terdiri dari siapa saja masyarakatnya? kemudian di setiap kelompok komunitas; apa kebiasaannya? Semua itu, Mas Agus harus tahu. Sehingga, ketika memimpin nanti,  Mas Agus tidak coba-coba lagi tapi bisa langsung runing (menjalankan tugasnya).

Kita membaca peta. Alangkah beragamnya Jakarta. Ini semua harus diurus, karena Mas Agus dan Mpok Sylvi bekerja untuk rakyat. Jadi Mas Agus-Mpok Sylvi harus tahu keberagaman itu.  Karena itu langkah awal mengenali rakyatnya. Bahkan Mas Agus-Mpok Sylvi harus tahu masalahnya. Agar mereka tahu persis aspirasi rakyatnya. Misalnya, yang tua mau seperti ini;  yang muda mau seperti itu. Yang kaya dan setengah kaya maunya bagaimana? Dan sebagainya. Itu, Mas Agus-Mpok Sylvi harus tahu. Memang basicnya, Mas Agus-Mpok Sylvi sudah tahu, tapi realitanya juga harus tahu. Karena itu langkah awal bersilaturahmi ke berbagai lembaga dan ormas, termasuk NU dan Muhammadiyah adalah sebuah kewajiban.

Mas Agus-Mpok Sylvi hingga saat ini terus menyosialisasikan diri dan menghindari perang pernyataan. Kenapa langkah ini diambil?

Kita tidak lepas dari guru besar kita yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Pak Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Beliau telah mengamanatkan pada kita agar berdemokrasi dengan baik, tidak boleh berkelahi; gunjang-ganjing. Masyarakat sekarang kan boleh dibilang dalam kondisi galau. Nah,  alternatifnya, Mas Agus-Mpok Sylvi pasangan yang adem. Yang satu berlatar tentara, paham security (keamanan) karena Jakarta harus aman. Mpok Sylvi berlatar birokrat,  pelayan masyarakat hingga memahami public service; seorang ibu yang senantiasa memikirkan kesejahteraan. Pasangan ini klop. Sejahtera dan aman. Pasangan ini menjawab keinginan masyarakat. Mas Agus-Mpok Sylvi pemimpin yang soft (penuh kelembutan). Rakyat jangan dikaget-kagetin; karyawan jangan dipecat-pecatin. Ajak mereka bekerja dengan baik. Salah satu kunci kepemimpinan adalah  bagaimana bisa mengajak orang lain bekerja sesuai keinginan kita.

Pasangan Mas Agus-Mpok Sylvi sangat serasi. Laki-laki dan perempuan terwakili. Ini pasangan ideal yang bisa mengademkan Jakarta. Damai dan tenang membangun Jakarta. Tanpa air mata; gejolak meledak-ledak. Wajar  rakyat berharap kepada pasangan Mas Agus-Mpok Sylvi.

Saya ingatkan juga, SBY pernah berpesan, jangan ciderai demokrasi ini dengan yang tidak baik, apalagi persoalan SARA, tidak boleh diangkat. Beliau dari muda telah bekerja keras bagaimana caranya agar NKRI utuh. Selama 10 tahun beliau memimpin Indonesia, konflik di Papua dan Aceh bisa selesai. Kami harus mengikuti arahan dari pemimpin kami, SBY, bahwa jangan ciderai demokrasi. Apalagi pilkada ini untuk kemajuan bangsa.

Dalam pertemuan Pak SBY dan  Mas Agus dengan ribuan anggota Jaringan Santri Indonesia di Cikeas Mansion, Gunung Putri Bogor, Minggu 9 Oktrober, Pak Nara, yang juga hadir, secara terbuka  mengungkapkan keyakinan bahwa Mas Agus-Mpok Sylvi akan menang satu putaran. Apa yang mendasari keyakinan ini?

Hope. Harapan. Sudah barang tentu pula, saya punya data yang tidak bohong. Saya juga mengamati dari segala aspek kehidupan. Tentu ada juga feeling; perasaan atau intuisi. Saya  melihat, petahana seperti ini; kompetitor kami seperti ini. Perkembangan dalam dua minggu seperti ini. Petahana surveinya turun terus, kompetitor lain juga ada permasalahan. Akhirnya saya mengambil kesimpulan, Insya Allah, dengan ridha Allah SWT, Pilgub DKI 2017 akan berlangsung satu putaran untuk kemenangan Mas Agus-Mpok Sylvi. Jadi, saya punya dasar mengungkapkan keyakinan itu.

Sylvi, Nachrowi Ramli. (foto: mcpd/omartara)

Pak Nara selalu mengucapkan “Insya Allah”. Apa makna dari kalimat tersebut?

Ya memang, sejak saya memimpin di DPD-PD (Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat) DKI Jakarta, setiap gerakan, saya selalu menyebut ‘Insya Allah’.  Ini karena kita tidak bisa lari dari kekuasan Tuhan; kita mohon restu dan rahmat Tuhan, Insya Allah hanya Tuhan yang bisa memberikan. Apalah artinya manusia. Kita berusaha sekeras apa pun dan kerja seperti apa pun, kalau Tuhan tidak menghendaki, tidak akan sampai. Tapi, dengan menyerahkan diri, maka kita, Insya Allah, akan berhasil.

Tidak seperti dugaan banyak orang, Mas Agus akhirnya berani mengeluarkan kalimat jernih dan terukur untuk menyampaikan keprihatinan atas ucapaan petahana Gubernur DKI Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) terkait ucapan mengenai Alquran surat Al Maidah ayat 51.  Apa yang melatarbelakangi keberanian ini?

Ini bukan soal berani atau tidak berani. Mas Agus merasa, ia harus ikut bertangungjawab atas gejala yang terjadi di Jakarta setelah adamya pernyataan petahana itu. Kalau didiamkan, bahaya bagi persatuan dan kesatuan. Mas Agus merasa bertanggungjawab. Apalagi beliau berlatar perwira TNI. Beliau calon pemimpin di DKI Jakarta. Beliau berharap, setelah pernyataannya maka masyarakat DKI bisa bersabar. Mas Agus tidak ingin mendiamkan masalah ini. Jadi ini bukan soal berani atau tidak berani.

Sebagai Ketua, apa instruksi Pak Nara kepada seluruh Tim Pemenangan Mas Agus-Mpok Sylvi?

Suatu oganisasi pasti ingin tujuannya tercapai. Pasti ingin anggotanya disiplin dan bekerja keras serta mengikuti auturan. Kalau kita sudah menceburkan ke organisasi harus patuh pada aturan. Kalau ada yang berpura-pura, harus keluar. Apalagi kalau menjadi mata-mata, hukumannya tentu sangat berat. Apalagi, tim ini telah berikrar “Demi Allah” maka pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

Saya juga mengartikan arahan Pak SBY ketika di Cibubur kemarin (kepada para kader) sebagai warning. Sahingga saya dalam berorganisasi ada yang mengawasi. Dengan adanya ikrar, maka kebersamaan kita disaksikan oleh Tuhan. Sebagai umat beragama, Partai Demokrat mempunyai ideologi nasionalis religius, atau kaum nasionalis yang selalu mengingat Allah SWT.

Apa yang menjadi kendala untuk pemenangan Mas Agus-Mpok Sylvi?

Kalau mau menang kenali dirimu dan lawanmu dengan baik. Kapan, seperti, dan dalam bentuk apa kita berbuat?

Kita menang dengan cara baik dan setelah mengenali medan; kalau medannya sudah diketahui. Jangan asyik sendiri. Jangan sampai tidak tahu apa yang lawan perbuat. Saya ingin mendapat laporan dari anak buah: apa yang dilakukan pihak sana dan apa pula yang dilakukan di sini?

Ada yang ingin Bapak tambahkan untuk pemenangan Mas Agus-Mpok Sylvi?

Pertama, mari kita jaga kekompakan dan anggap dirimu sebagai bagian dari keluarga. Ini adalah perahu besar yang akan berangkat menuju kepada kemenangan. Pelihara hubungan baik, saling menghargai, saling asih dan asuh.

Kedua, tetap berpedoman pada tujuan. Jangan lemah dan jangan belok ke kiri dan ke kanan. Jaga kekompakan dan jaga lurusnya tujuan ini.  Kalau ada masalah kita bicarakan di dalam, jangan sampai dibawa ke luar.

Ketiga, selalu berdoa kepada Tuhan, selain bekerja keras. Total berdoa kepada Tuhan. Mudah-mudahan Tuhan memberkati upaya dan ikhtiar kita ini sehingga mencapai kemenangan dengan cara benar dan bermartabat.

Saya juga berdoa mudah-mudahan Mas Agus-Mpok Sylvi selalu sehat. Pak SBY dan Ibu Ani selalu sehat, sehingga bisa memimpin dan memberi arahan kepada kita.

Kepada masyarakat Jakarta, mudah-mudahan Mas Agus-Mpok Sylvi dapat diterima sebagai pemimpin Jakarta.

(iwan k/didikpambudi)

.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer