DPC Partai Demokrat Kabupaten Fakfak-Papua Barat

Breaking News
Loading...
Kamis, 14 September 2017

…wirewit… wirewit BURUNG KRIS EKOR KIPAS DARI KAMPUNG MAURUPAU – MIMIKA

Bagi mereka yang lahir di Papua dibawah tahun 1969, buku cerita Kota Emas yang ditulis I.S. Kijne adalah kisah amat menyenangkan. Buku cerita tersebut menjadi satu literatur wajib sekolah-sekolah dasar saat itu di seantero Tanah Papua.
Konon Tom dan Regi sebagai tokoh dalam cerita tersebut dikisahkan hidup harmonis dan bersahabat erat dengan Kasuari, Tuturuga, Gajah, Bangau dan seekor burung mungil bernama Kris Ekor Kipas.
Suatu Ketika Regi putri cantik berambut panjang dengan pita kupu-kupu tersimpul rapih, bertengkar dengan sahabat karibnya Tom seorang anak kampung karena dalam suasana bermain si Tom tak sengaja menabrak boneka kesayangan Regi, bernama Sarinah. Malangnya seketika itupun kepala Sarinah pecah berantakan. Kejadian ini membuat Regi naik pitam dan mengusir Tom yang kemudian pergi menyendiri disudut kampung dipinggiran hutan yang sepi.
Seorang diri, Regi bermain dan ia teringat impian bersama Tom yang gemar bercelana tali pendek dan tak bersepatu ketika menyaksikan sunset di tepi pantai. Kala itu merekapun bercita-cita  pergi ke Kota Emas tempat yang indah diseberang sana.
Regi berpikir bagaimana caranya ia akan tiba di Kota Emas yang pernah diimpikan bersama sahabatnya si rambut keriting itu. Tiba-tiba saja muncul di depan Regi seekor burung mungil, Kris Ekor Kipas dan berkata, ambilah satu bulu dari ekorku, bila kau menemui jalan buntut maka bulu tersebut dapat dielus-elus kemudian sebutkan, wirewit… wirewit…
Regi menuruti petunjuk itu, singkat cerita ketika tersesat di hutan maka ia mengelus-elus bulu burung itu dan memanggil wirewit… wirewit… tiba-tiba saja seekor gajah datang menolongnya. Ketika tiba di tepi pantai dan Regi tak dapat menyeberanginya, teringat ia akan pesan si kris ekor kipas, wirewit… wirewit… muncullah seekor Tuturuga dari dalam laut dan membawanya ke seberang pulau. Saatnya akan terbang menuju kota emas, kembali Regi memanggil wirewit… wirewit… datanglah seekor bangau besar lalu menerbangkan Regi. Sayangnya ketika tiba di depan pintu gerbang kota itu, prajurit penjaga pintupun bertanya, dimana sahabatmu Tom ? Regi menceritakan  semua yang telah terjadi namun sang penjaga pintu tak mengijinkannya masuk kecuali Regi harus kembali mengajak Tom yang pernah bersama-sama bermimpi pergi ke kota emas tersebut.
Regipun berusaha mendapatkan Tom dan segera berdamai kemudian mengajaknya kembali menemui penjaga pintu kota impian itu. Keduanya diijinkan masuk dan selanjutnya penuh persahabatan yang erat dengan suasana gembira dapat menikmati keindahan Kota Emas, kota yang diimpikan ketika menyaksikan sunset ditepian pantai.
Wirewit… wirewit… Kris Ekor Kipas penunjuk jalan itupun masih ditemukan hidup bersarang dan berkembang biak dalam rawa-rawa di kampung Maurupau dataran rendah Mimika.
Suara alam Kris ekor kipas membawa pesan rekonsiliasi dari Tanah Papua… wirewit… wirewit… Hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang…

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer